KSP Makmur Jaya Genteng, Diduga Menahan Ijazah & Uang Jaminan Karyawan

Banyuwangi, (MR) – KSP Makmur Jaya, yang berkantor di Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, diduga telah menahan ijazah dan uang jaminan Karyawan.

Seperti yang diceritakan oleh Indra  Wahyu Arinanda, salah satu karyawan KSP Makmur Jaya. Menurutnya dia sudah mengundurkan diri menjadi karyawan KSP Makmur Jaya, kurang lebih sudah tujuh bulanan, namun hingga saat ini Ijazah, SDN, SMP, dan SMA ditahan oleh pihak KSP Makmur Jaya.

Padahal, berhentinya dirinya menjadi karyawan KSP Makmur Jaya, secara baik – baik dan tidak meninggalkan masalah.

“Saya mengundurkan diri secara baik -baik dan tidak meninggalkan masalah,” ungkapnya.

Menurut Indra, pada tanggal 9 Desember 2019 lalu, kami juga dibuatkan surat pengantar oleh Pimpinan Cabang KSP Makmur Jaya Genteng, untuk pengambilan Ijazah di Kantor Pusat Jember. Namun, setelah kita urus katanya masih dicari.

” Kita sudah coba urus, katanya masih di cari, lho ini ada apa ?.

Kata Indra, tidak hanya itu saja, uang jaminan kami juga tidak diberikan. Saat mendaftar kami diharuskan menitipkan uang sejumlah 2 juta, sebagai syaratnya. Ketika sudah tidak lagi menjadi karyawan maka jaminan tersebut akan dikembalikan, namun kenyataanya Ijazah dan Uang Jaminan tersebut tidak dikembalikan hingga saat ini,” paparnya.

Sementar Ahmad Arik Ansori, Pimpinan Cabang KSP Makmur Jaya Genteng saat dikonfirmasi melalui sambungan Whatsapnya mengatakan, bukan menahan ijasahnya pak,  akan tetapi ijasah tersebut, masih dalam tahap proses pencarian, dan kami pun selaku Pimpinan Cabang, juga tidak mempersulit, malah juga ikut menjembatani untuk pengambilan,” katanya. Senin (10/2/2020).

Saat disinggung apakah yang dilakukan oleh KSP Makmur Jaya ini tidak melanggar aturan dirinya menjawab, Iya Pak,  memang untuk Karyawan yang sudah berhenti, ijasahnya langsung di kasikkan setelah 3 bulan pak,  namun setelah saya cek langsung ke pimpinan pusat jember ijasah nya tidak ada.

Kemudian setelah saya kembangkan lagi, dan saya tanya langsung ke mas Indra, ijasahnya awalnya di kasihkan ke pimpinan yang pertama. Nah setelah saya tanyakan langsung ke pimpinan yang lama, informasinya di serahkan ke kordinatornya. Sampek saat ini juga saya masih menunggu jawaban juga.

” Sebetulnya dari kami pribadi tidak mempersulit pak, malah juga ingin membantunya juga,”pungkasnya.(HR).

Related posts